Minggu, April 17, 2011

Blogging Tes, Seberapa Blogger-kah Kita ?

Sebagian besar sobat yang berkunjung ke ravatar (maunya).com ini saya yakin pastilah seorang blogger. Jangan ditanya saya bisa tahu dari mana karena saya memang tidak pernah melakukan survey. Dasar ilmiahnya hanya saya sandarkan pada metode sok tahu. Metode yang saya sangat anjurkan untuk tidak ditiru. Padahal, widget untuk melakukan pooling itu banyak terserak di jagad blogsphere, namun tidak pernah bisa kesampaian untuk diselipkan di sidebar blog sederhana ini. Alibinya klise, sibuk, sehingga tidak cukup waktu. Walah, padahal inginnya disebut blogger. Nah, sehubungan dengan hal tersebut, dalam rangka mengetahui berapa ‘karat’ kadar kebloggeran saya dan karena sobat juga sudah terlanjur membaca paragraf ini, jadi mari sama sama kita simak dan jika berkenan silahkan dijawab sendiri di dalam hati tujuh(7) butir refleksi iseng berikut ini berkenaan dengan aktivitas blogging kita.

1. Apakah kita benar benar menikmati pada saat sedang menulis ?

Blog itu sarana. Buah pikiran, sharing pengalaman atau mungkin curahan hati adalah kontennya. Bagaimana semua hal itu bisa tertuang di blog sobat, jika tidak ditulis. Jantung blogging adalah aktivitas menulis. Jika kita tidak menikmati pada saat membuat tulisan, maka kemungkinan besar kita tidak bisa menikmati blogging karena dirasa sebagai tuntutan atau beban. Kalau sudah begini, karya kitapun akan kurang maksimal untuk dinikmati orang lain

2. Pesan apa yang ingin kita sampaikan ?
Membuat sebuah blog hanya karena kelihatannya akan menyenangkan, bisa jadi justru akan jatuh menjadi aktivitas yang tidak produktif alias buang waktu jika kita tidak memiliki benang merah atau pesan apa yang ingin kita sampaikan pada dunia. Pesan ini jika digali akan menimbulkan manfaat bagi banyak orang sehingga akan berlanjut dengan saling berinteraksi. Komunikasi dan Networking pun bisa terjalin bukan ?

3. Apakah kita komunikator yang handal ?
Jangan berpikiran bahwa hanya orang orang dengan kemampuan komunikasi yang handal saja yang boleh dan bisa berhasil membangun blog. Dari sudut pandang yang lain blog ini justru bisa menjadi suatu alat bagi kita untuk meningkatkan kemampuan kita dalam berkomunikasi atau menyampaikan pesan (ide). Namun, jika kita sebelumnya sudah memiliki kemampuan komunikasi yang baik, maka itu adalah suatu keuntungan pada saat hendak memulai blogging.Orang lain akan lebih mudah menangkap apa yang kita sampaikan.

4. Apakah kita bisa disiplin?
Jika aktivitas blogging kita tidak ingin sia sia, maka kita harus memberi perhatian lebih pada blog yang akan atau sudah kita bangun. Pertanyaannya, Apakah kita akan mampu terus memotivasi diri untuk menulis sesuatu yang baru setiap hari? Atau paling tidak secara rutin 2 – 3 kali seminggu ? Hayoo..

5. Apakah kita punya cukup waktu ?
Untuk saya pribadi, pertanyaan ini sudah saya jawab sendiri di paragraf pembuka walaupun sambil malu malu. Waktu masih menjadi kendala utama saya walaupun mungkin malah manajemen waktu saya yang memang parah. Kenapa waktu penting ? Karena terkait dengan kebutuhan untuk update blog secara teratur, adalah kenyataan bahwa ini jelas membutuhkan waktu. Selain itu juga waktu untuk memoderasi komentar, merespon pertanyaan pembaca, membaca posting blogger yang lain, membangun jaringan dengan blogger lain, dan lain lain

6. Apakah kita memiliki kemauan untuk selalu belajar ?
Blogging dapat kita lihat seperti suatu perjalanan dimana didalamnya, setiap orang bisa menguasai tentang suatu hal, tetapi fakta juga berbicara bahwa tidak ada seorangpun yang dapat mengetahui tentang segala hal. Terkait hal tersebut, para blogger terbaik, selalu melakukan dua hal berikut :

Pertama, Selalu berbagi tentang apa yang mereka tahu
Kedua, Selalu berusaha mencari tahu tentang apa yang orang lain ketahui dan bahkan mempromosikannya.

Berangkat dari kedua hal tersebut, semua orang harus mau belajar, bahkan  bagi mereka yang sudah ahli sekalipun.

7. Apakah anda suka membaca dan menikmatinya?
Dalam blogging, memiliki kemampuan menulis yang bagus jelas sangat membantu, namun jangan abaikan pula kemampuan untuk membaca dan memahami apa yang orang lain tulis. Kekuatan tulisan kita, sangat dipengaruhi pula dari apa yang kita baca karena dari sanalah salah satu sumber pengetahuan kita, selain pengalaman. Para blogger yang berpengalaman rata-rata menghabiskan waktu lebih banyak untuk membaca dibanding membuat tulisan. Tapi setelah tulisannya jadi, bisa sangat mempengaruhi orang lain.

Wah sudah tujuh, apa lagi ya ? kelihatannya ini dulu yang bisa saya sajikan pada kesempatan kali ini.. Mohon dimaklumi jika dipandang terlalu sedikit dan masih dangkal ulasannya. Maklumlah, namanya masih belajar. Tapi dari yang sedikit ini, mungkin bisa menjadi masukan juga bagi sobat sekalian yang saat ini sedang menikmati aktivitas bloggingnya atau bahkan bagi yang baru ingin memulai. Artikel Blogging tes ini mengambil referensi dari paparan Darren Rowse, seorang full time blogger yang merupakan salah satu blogger terkemuka di dunia.

Baca Juga Coretan Terkait:

26 comments :

Poskan Komentar

Komentar Sahabat.. (But, spam is not friendly)