Minggu, Juni 07, 2009

SATU LAGI DUKUNGAN UNTUK PRITA MULYASARI

Sudah sekitar seminggu ini cerita tragedi yang menerpa Prita Mulyasari menyeruak khalayak.
Ibu dari dua balita itu sudah dipenjara sejak Rabu 13 Mei lalu. Ia terpaksa terpisah dari si sulung yang baru berusia tiga tahun, dan si bungsu yang masih memerlukan ASI karena masih berusia setahun tiga bulan. Dia menjadi tersangka pencemaran nama baik. Hanya karena e-mail berisi keluhan tentang pelayanan rumah sakit yang dikirimkan ke beberapa temannya.
Rumah Sakit yang dengan arogansinya telah mendemonstrasikan pengabaian terhadap nilai kemanusiaan plus kebebasan berpendapat itu adalah Rumah Sakit Omni Internasional Serpong (Alam Sutera)

Keluhan yang disampaikan Prita Mulyasari sebenarnya wajar, karena sebenarnya bukan cuma sekedar ketidaknyamanan pelayanan yang Prita Mulyasari rasakan, tapi lebih dari itu, pelayanan medis yang diberikan, dilakukan tanpa disertai penjelasan yang memadai, pada akhirnya justru membuat kondisi fisiknya jadi lebih buruk .

Bayangkan, datang dengan kondisi sakit sambil membawa kepercayaan dan harapan, rela menjalani perawatan yang menyakitkan dan tidak pernah dijelaskan demi ikhtiar kesembuhan, yang didapatkan ternyata bertambah buruknya kondisi fisik. Dan ketika kemudian ia mengeluh, malah jeratan hukum yang ia terima. Tidak main-main, dua gugatan sekaligus yang dengan sangat “profesionalnya” dilemparkan oleh Rumah Sakit ini.

Prita Mulyasari didakwa bersalah melanggar Pasal 27 ayat (3) junto Pasal 45 ayat (1) UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar. Selain itu Prita juga dikenakan Pasal 310, 311 KUHP tentang pencemaran nama baik dengan ancaman hukuman 1 tahun 6 bulan.
UU yang awalnya didesain untuk menjerat pelaku kejahatan carding (pembobolan kartu kredit), pornografi dan cyber crime lainnya ini malah memenjarakan seorang ibu rumah tangga yang tengah komplain terhadap pelayanan umum

Sebuah korporat dengan segala kelebihan yang dimilikinya menantang dengan gagah berani seorang ibu yang hanya bisa curhat keluhannya kepada teman-temannya melalui email.

Mencermati peristiwa ini, jelas membuat syaraf simpati saya tergerak untuk ikut memberikan dukungan.
Dukungan untuk PRITA MULYASARI seorang ibu dari dua balita
Dukungan untuk nurani kemanusiaan.
Dukungan untuk kebebasan berpendapat yang bertanggung jawab
Dukungan untuk memberangus arogansi



Yang kuat seharusnya membantu yang lemah.
Yang sehat seharusnya menolong yang sakit
Yang berkuasa seharusnya melindungi yang tak berdaya

Rumah Sakit Omni Internasional Serpong (Alam Sutera) seharusnya lebih menampilkan profesionalisme medis dengan kelembutan kemanusiaan pada saat melayani.
Bukannya malah kelincahan bermain hukum dengan kegarangan kekuasaan pada saat menyikapi keluhan.

Baca Juga Coretan Terkait:

17 comments :

Posting Komentar

Komentar Sahabat.. (But, spam is not friendly)