Jumat, Oktober 23, 2009

Isu Gempa 8,5 SR Yang Hebohkan Jakarta

Peristiwa Gempa Tasikmalaya dan disusul dengan Gempa Padang di Sumatra Barat rupanya memicu seseorang untuk menyebar isu tentang Gempa yang akan terjadi di Jakarta pada Sabtu 24 Oktober 2009. Tidak tanggung tanggung, menurut penyebar isu tersebut kekuatan gempa diperkirakan akan mencapai 8 hingga 8,5 SR dan ia mengatasnamakan BMG sebagai sumber informasi tersebut, yang memang menjadi badan yang paling berwenang dalam mengumumkan kemungkinan terjadinya peristiwa alam seperti gempa. Isu itu disebarkan melalui SMS, Layanan Messenger, Blackberry, hingga Facebook.

Berita yang pastinya membuat kaget dan khawatir ini pada akhirnya memang menghebohkan warga Jakarta. Seorang teman kerja bahkan menceritakan tentang anaknya yang sangat resah setelah mendengar informasi tersebut dari sekolah.
Inilah redaksi dari info yang sangat meresahkan tersebut :

"Informasi dari BMG memperkirakan akan terjadi gempa pada 24 Oktober 2009. Akan ada lempengan yang bergeser ke arah Jakarta dan kemungkinan menyebabkan gempa dengan kekuatan 8 hingga 8,5 SR. Masyarakat dihimbau untuk tidak berada di gedung-gedung bertingkat. Bagi yg tidak percaya bisa searching di Google jalur cincin gempa paling banyak di pulau Jawa. Beritahukan informasi ini kepada saudara atau teman terdekat anda. Untuk pengguna BlackBerry aktifkan software pendeteksi gempa untuk mengetahui gempa lebih dini"

Pihak Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sendiri telah memberikan bantahan atas informasi yang menyesatkan tersebut. Kepala BMKG menyatakan bahwa berita itu murni isu dan membohongi masyarakat. Ditambahkannya bahwa sampai saat ini gempa bumi tektonik beum bisa diprediksi secara ilmiah dengan baik. Bila gempa memang dapat diprediksi, maka gempa-gempa Tasikmalaya dan Gempa Sumbar semestinya sudah terprediksi sebelum terjadi. Tetapi ternyata tidak.

Jadi ini memang ulah orang iseng yang nggak jelas motifnya. Meresahkan, sudah pasti. Namun hal ini juga membuat saya berpikir, lepas dari isu tersebut saya merasa apakah tepat kita bersikap selalu tenang tenang saja, tetap tertawa bahagia, cuek seakan yakin kita akan baik baik saja hingga akhir hayat. Teguran demi teguran sudah disampaikan lewat bencana. Melihat diri sendiri, amal baik kondisinya pas pasan, dosa entah sudah sebanyak apa. Ada atau tidak ada gempa 8,5 SR di Jakarta, saya bisa pastikan tak ada diantara kita yang tahu besok kita masih ada atau malah mungkin sudah menghadap Yang Maha Kuasa....

Baca Juga Coretan Terkait:

4 comments :

Posting Komentar

Komentar Sahabat.. (But, spam is not friendly)