Senin, Juni 14, 2010

Persembahan Ghana, Pesta Jerman

The Black Stars julukan tim Ghana, mengawali putaran penyisihan di Grup D dengan hasil manis ketika berhadapan dengan Serbia pada pertandingan yang digelar di Loftus Versfeld Stadium, Minggu 13 Juni 2010 malam WIB. Sedangkan pada pertandingan berikutnya Tim Panser Jerman membuat Australia tidak berkutik dan merayakan pesta gol sekaligus menghidupkan kembali gairah turnamen Piala Dunia kali ini yang sejak kemarin memang masih minim gol. Apa yang terjadi di grup D kemarin ? berikut catatannya :

SERBIA vs GHANA

Dalam hal permainan, penampilan Serbia maupun Ghana sebenarnya imbang. Kedua tim sama-sama mampu menciptakan beberapa peluang untuk mencetak gol. Tetapi penampilan kedua kiper yang gemilang mementahkan peluang yang tercipta dari masing-masing tim.

Dua puluh menit laga babak pertama berjalan, kedua tim masih hati-hati dalam bermain dan bola lebih banyak berkutat di lapangan tengah. Hingga turun minum masih belum ada gol yang tercipta. Di babak kedua, ritme pertandingan makin meningkat. Hingga memasuki menit ke – 73, petaka terjadi untuk tim Serbia. Aleksandar Lukovic menerima kartu kuning keduanya usai melanggar salah seorang pemain Ghana. Kartu merah untuknya dan Serbia harus bermain dengan 10 pemain.

Pertandingan sepertinya akan berakhir imbang, sampai pada menit ke-85, lima menit menjelang laga usai, sebuah umpan silang ke kotak penalti Serbia justru mengenai tangan Kuzmanovic dan membuat wasit menunjuk titik penalti. Asamoah Gyan yang ditunjuk menjadi eksekutor sukses menyarangkan bola ke gawang Serbia yang dikawal Stojkovic. Skor pun berubah. Ghana 1 Serbia 0. Tiga poin untuk Ghana, persembahan untuk Afrika.

JERMAN vs AUSTRALIA

Sebutan sebagai tim Diesel yang disematkan untuk kesebelasan Jerman agaknya mesti direvisi jika kita merujuk pada duel Jerman melawan Australia kemarin. Julukan Diesel diberikan untuk menganalogikan performa tim Jerman yang biasanya lambat panas. Panser, julukan lainnya juga bermakna kurang lebih sama. Lambat walaupun kuat dan meyakinkan.

Pada pertandingan yang dihelat di Durban Stadium, Senin 14 Juni 2010 dinihari WIB, Jerman tampil atraktif dengan sepakbola menyerang sejak kick off babak pertama.
Permainan menyerang diperagakan para pemain Jerman saat menghadapi Australia. Jerman tampil begitu perkasa dan mendominasi jalannya pertandingan. Australia harus bekerja keras menahan gempuran demi gempuran yang dilakukan Jerman.

Pesta gol Jerman dimulai pada menit ke - 9. Menerima umpan matang Thomas Mueller, Lukas Podolski langsung melepaskan tendangan kaki kiri yang akurat tanpa bisa dibendung kiper Mark Schwarzer.

Miroslav Klose menambah keunggulan Jerman. Pada menit ke-27, ia dengan cerdik mampu lepas dari pengawalan kapten Australia Lucas Neil dan kiper Schwarzer untuk selanjutnya menanduk bola umpan Phillip Lahm dari sayap kanan. Gol !

Babak pertama usai, laga lanjut ke babak kedua, walau sudah unggul 2-0, tidak lantas membuat Jerman mengendurkan serangan. Jerman terus mengurung pertahanan Australia.

Menit ke-67, giliran Muller yang membuat Schwarzer harus memungut bola dari dalam gawangnya untuk yang ketiga kali. Cacau tidak mau ketinggalan, hanya berselang tiga menit setelah melakukan kerja sama dengan Mezut Ozil, ia dengan gemilang menjebol gawang Australia untuk memperbesar kemenangan timnya. Skor 4-0 untuk Jerman bertahan hingga pertandingan usai.

Jerman berpesta, publik sepakbola dunia pun ikut bersuka cita karena empat gol yang dibukukan Jerman seolah menghidupkan kembali daya tarik Piala Dunia 2010 yang sebelumnya agak menjemukan karena minimnya gol yang tercipta.

Baca Juga Coretan Terkait:

1 comments :

Posting Komentar

Komentar Sahabat.. (But, spam is not friendly)