Selasa, Mei 05, 2009

Sensasi Rani Juliani di Tengah Isu Konspirasi

Cerita nyata bukan sinetron, fokus berita yang diserbu penonton
Rani Juliani, perempuan muda yang belum genap berusia 23 tahun ini, tengah menjadi pusat perhatian dari berbagai media pemberitaan terkait kasus pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran (PRB) Nasrudin Zulkarnaen dan dugaan keterlibatan Antasari Azhar atas peristiwa pembunuhan tersebut.

Jadi ngetop ? sudah pasti. Blognya saja yang mirip dengan blog sobat saya Harry dan berisi hanya dua postingan sederhana diserbu banyak pembaca. Terakhir saya lihat ada sekitar 180.000 pengunjung yang menyambangi rani-juliani.blogspot.com .Tercatat total ada 767 komentar yang nangkring untuk kedua postingan yang sempat dia buat. Dan ini saya pastikan masih akan terus bertambah dalam hitungan menit. Bahkan bukan tidak mungkin akan terpikir oleh MURI untuk mencatatnya sebagai rekor dengan kategori postingan dengan komentar terbanyak.

Tapi jadi populer karena tersangkut kasus besar seperti ini, mungkinkah pernah terpikir atau diniatkan oleh perempuan yang minatnya di bidang komputer dan kuliah di STMIK Raharja ini ?. Ditetapkan sebagai saksi kunci dari peristiwa terbunuhnya seorang petinggi perusahaan BUMN dan dikaitkan dengan dugaan keterlibatan seorang petinggi pejabat pemerintah sekelas KPK jelas bukan cita-citanya seperti tertulis pada profilnya di blog.
Rani yang pernah bekerja sebagai caddy girl di sebuah lahan golf itu kini menjalani hari-harinya dalam perlindungan pihak yang berwajib. Di tempat yang dirahasiakan tentunya.

Nasrudin Zulkarnaen sudah mustahil membuat pernyataan, Antasari Azhar yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka melalui kuasa hukumnya menyatakan ada skenario besar di balik penahanannya, sedangkan Rani saat ini belum terdengar pernyataan apa-apa darinya dan bisa dibilang inilah yang paling ditunggu publik.

Di zaman dimana yang putih dan hitam makin kabur , sulit untuk menentukan siapa benar siapa salah. Bahkan bila suatu peristiwa terjadi, kitapun tidak pernah mengetahui dengan tepat apa yang sebenarnya terjadi, apalagi sampai mengetahui hal apa yang melatarbelakangi. Tidak sedikit orang yang benar tapi meringkuk di balik jeruji besi dan sebaliknya banyak orang yang bersalah tapi bebas merdeka menghirup udara kebebasan.

Tapi darimana juga kita bisa mengatakan si fulan benar dan si anu salah ?.

Ah entahlah.. untuk menilai diri sendiri sebagai orang baik baik saja, saya juga masih sering ragu-ragu….

Baca Juga Coretan Terkait:

17 comments :

Posting Komentar

Komentar Sahabat.. (But, spam is not friendly)