Jumat, Mei 15, 2009

Deklarasi Pasangan SBY Boediono

Dengan Jargon SBY BERBUDI pasangan SBY – Budiono dengan mantap dan percaya diri menatap Pemilihan Presiden ( Pilpres ) 8 Juli 2009.

Pasangan Capres dan Cawapres dari koalisi partai Demokrat dan beberapa parpol pendukung akhirnya dideklarasikan pada Jum’at malam tanggal 15 Mei 2009..
Pendeklarasian yang berlangsung lumayan megah dan dihadiri sekitar 2000 undangan itu dilangsungkan di Gedung Sabuga, Bandung Jawa Barat.

Dalam pidatonya SBY menyampaikan sejumlah keberhasilan yang telah berhasil dicapai selama masa kepemimpinannya selain juga mengakui masih banyak persoalan yang belum selesai dan masih menjadi ‘pekerjaan rumah’ pemerintah. Penekanan terhadap pemberantasan korupsi dan menciptakan pemerintahan bersih masih menjadi fokus utama yang diangkat oleh SBY. Sejumlah alasan kenapa memilih Budiono sebagai pendampingnya juga dipaparkan, diantaranya :

1. Dikenal sebagai muslim yang lurus, bersih dan jujur
2. Teknokrat yang bersahaja, pekerja keras dan tidak pernah cari muka
3. Profesional yang telah terbukti sebagai pekerja keras.
4. Loyal dan tidak memiliki kepentingan politik maupun bisnis

Di tengah kontroversi yang menerpa dirinya, Boediono menjawab lewat pidatonya yang disampaikan setelah pidato SBY. Di awal pidatonya, pria yang dikenal irit bicara ini menyatakan bahwa penunjukkan dirinya sebagai Cawapres pasangan SBY sama sekali tidak diduganya karena cita-cita sebenarnya adalah menjadi guru dan berbakti pada negara dan tidak terpikir untuk masuk dunia politik.

Beberapa point penting yang saya catat dari pidato selanjutnya adalah pernyataannya yang mengutip pidato Bung Karno yang mengambil tema Indonesia Menggugat dimana pada waktu itu ditujukan pada penjajah Belanda, dan dengan mengadopsi pidato tersebut pada masa kini Budiono menyatakan sebagai bagian dari Indonesia yang akan menggugat penjajahan modern, baik yang berasal dari luar negeri maupun dalam negeri untuk lima tahun ke depan jika terpilih bersama SBY.

Point lainnya adalah pandangannya yang berkaitan dengan pasar bebas dimana dia mengatakan bahwa tidak sepenuhnya semua harus diserahkan pada pasar bebas, perlu ada kontrol . Harus ada pemerintah yang mengelola dalam pengertian tidak melakukan intervensi tapi juga tidak tidur atau berdiam diri saja. Untuk itu sangat penting untuk membangun pemerintahan yang efektif dan bersih.

Deklarasi dan segala pernyataan yang mewarnai telah terjadi, dan kita yang hidup pada detik ini adalah saksi dari peristiwa tersebut. Tekad untuk bekerja keras dan mengabdi pada kepentingan rakyat dan bangsa sudah dibulatkan keduanya dan lagi lagi menjadi janji.
Dan jika janji adalah hutang...

Akankah dan bagaimana semua itu akan dilunasi ?

Baca Juga Coretan Terkait:

11 comments :

Posting Komentar

Komentar Sahabat.. (But, spam is not friendly)