Tampilkan postingan dengan label Cerita Panas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita Panas. Tampilkan semua postingan

Minggu, Agustus 08, 2010

Keong Racun Effect

Duet Sinta Jojo dengan Keong Racunnya saat ini masih menjadi topik yang menghangatkan jagad media. Bukan hanya di Indonesia, fenomena mereka bahkan sudah menembus mancanegara. Bahkan, sejak rabu lalu, dua dara bule asal Crystal Palace, London Inggris yaitu Ami Sakamoto dan sobatnya Rita Marie-Lauren secara terang terangan meniru aksi Sinta Jojo dengan Lip Sync Keong Racunnya. Hasilnya, ternyata mereka juga mendapat respon yang besar. Sadar atau tidak, Ami dan Rita makin menambah efek bola salju dari fenomena popularitas keong racun Sinta Jojo yang saat ini dikabarkan telah ditonton oleh jutaan pengunjung You Tube. Sepertinya, kondisi ini tidak pernah diduga atau direncanakan oleh Sinta atau Jojo. Namun, akibat keajaiban contagion effect yang dimiliki internet, Sinta-Jojo dengan keong racunnya tiba tiba menyeruak menjadi fenomena.

Minggu, Januari 03, 2010

Buku Gurita Cikeas | Kontroversi di Awal 2010

Membongkar Gurita Cikeas: Di Balik Skandal Bank Century adalah judul buku yang sedang menjadi salah satu pusat kontroversi di awal 2010 ini. Buku kontroversial ini ditulis oleh George Junus Aditjondro, berisi tulisan mengenai Aliran Dana Century dan keterkaitannya dengan Cikeas. George Adicondro pernah menjadi salah satu pengkritik tajam pemerintahan Soeharto, hingga membuatnya dicekal. Launching buku Membongkar Gurita Cikeas setebal 183 halaman ini telah dilakukan pada Rabu 30 Desember lalu. Sebelumnya buku ini telah diluncurkan penerbit Galang Press di Yogyakarta sekitar sepekan sebelumnya.

Dari judulnya saja sudah bisa ditebak bahwa buku tentang yang membongkar habis skandal bank century ini kelak akan menimbulkan kontroversi. Bagaimana tidak ? Dalam 'Membongkar Gurita Cikeas' disebutkan beberapa yayasan di sekitar SBY yang diduga dialiri dana untuk kepentingan Pemilu 2009 lalu. Yayasan tersebut yakni, Yayasan Puri Cikeas, Yayasan Mutu Manikam Nusantara, Majelis Dzikir SBY, dan Yayasan Kepedulian dan Kesetiakawanan. Yayasan-yayasan yang dikelola keluarga Cikeas tersebut, dikatakan Aditjondro sebagai motor dalam mencari dukungan politik dan mencari dana. Jelas saja jika kemunculan buku ini memancing aksi reaktif dari kalangan dekat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, khususnya bagi pihak-pihak yang disebutkan dalam buku ini. Bahkan isu penarikan buku karya George Junus Aditjondro ini sudah berhembus sejak pertama kali buku ini diluncurkan ke pasaran.

Pro kontra terhadap buku ini semakin mencuat saat Presiden RI SBY ikut bereaksi, lantaran substansi buku memuat data sekunder dari laman-laman website tentang dugaan keterlibatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono serta keluarganya dalam kasus Bank Century.

Kontroversi Buku Membongkar Gurita Cikeas : Di Balik Skandal Bank Century membuka catatan bangsa Indonesia di awal tahun 2010 ini. Jika yang ditulis George Junus Aditjondro ini suatu fakta, maka ini merupakan suatu hal yang menambah luka rakyat negeri ini . Namun bila semua yang ditulis itu tidak benar, maka ini merupakan suatu fitnah yang besar.

Saya selalu punya keyakinan bahwa bagaimanapun kebenaran akan muncul, walaupun mungkin kita tidak mendapatkannya saat ini. Dan setiap orang akan bertanggungjawab terhadap segala ucapan serta tindakannya

Rabu, Desember 16, 2009

Koin Keadilan Untuk Prita Tembus 600 Juta

Koin Keadilan Peduli Prita Mulyasari diperkirakan akan tuntas dihitung Rabu (16/12) malam ini. Perhitungan koin untuk Prita dimulai dari dua hari lalu setelah gerakan pengumpulan koin ditutup. Sejak gerakan kepedulian dan dukungan untuk Prita Mulyasari dimulai, aliran koin begitu deras mengalir ke Posko Utama. Bahkan kabarnya jika ditimbang, koin koin tersebut diperkirakan bisa mencapai berat sekitar 6 ton. Berita terakhir, hasil perhitungan telah menembus jumlah 600 Juta Rupiah. Luar biasa !

Fenomena Koin untuk Prita adalah simbol sebuah solidaritas yang kuat. Masyarakat melihat Prita sebagai simbol pihak yang lemah, korban dari ketidakadilan sehingga menguatkan ikatan batin dan simpati masyarakat untuk Prita Mulyasari. Tembusnya nilai 600 juta dalam bentuk koin keadilan menunjukkan bahwa begitu banyak individu yang geram demi melihat keadilan bisa ditelikung oleh kekuasaan pihak yang memiliki kekuatan. RS Omni Internasional telah memicu meledaknya gerakan fenomenal ini dengan mengambil langkah hukum yang terkesan arogan hingga Prita Mulyasari sempat mendekam di penjara.

Jumlah 600 juta lebih itu juga kelihatannya masih akan bertambah karena masih ada pengiriman dalam perjalanan dari pos pos di daerah. Menurut rencana, koin yang telah terkumpul akan diserahkan kepada Prita pada 20 Desember 2009 di Hard Rock Cafe, Jakarta.

Prita Mulyasari digugat oleh RS Omni Intenasional Alam Sutera dari jalur perdata dan pidana dengan tuduhan pencemaran nama baik. Omni menganggap tulisan Prita yang ia sebar ke e-mail milis tentang keluhan layanan dokter di rumah sakit tersebut telah mencemarkan nama baik mereka. Dalam kasus perdata, majelis hakim Pengadilan Tinggi Banten menjatuhkan sanksi denda sebesar Rp 204 juta. Belakangan RS Omni menyatakan mencabut gugatan perdata mereka atas Prita. Sedangkan untuk kasus pidananya hingga kini masih diproses di Pengadilan Negeri Tangerang.

Saya jadi tergelitik untuk bertanya nih. Jika untuk Prita Mulyasari, dengan cepat lebih dari 600 juta terkumpul sebagai simbol perlawanan. Bagaimana sikap kita terhadap kondisi anak bangsa lainnya, yang tak sedikit jumlahnya dan masih bergelut dengan kemiskinan, kebodohan dan kerap diabaikan hak keadilannya?

Senin, Desember 14, 2009

Gugatan Perdata Atas Prita Mulyasari Resmi Dicabut

Vonis terhadap Prita Mulyasari yang diputuskan Pengadilan Tinggi Banten terkait kasus gugatan RS Omni International, dimana Prita diwajibkan membayar Rp 204 juta akhirnya dicabut. Rumah Sakit Omni International hari ini resmi mencabut gugatan perdata atas Prita Mulyasari. Pencabutan gugatan dilakukan oleh kuasa hukum dan manager legal RS Omni. Sejak Vonis dijatuhkan, gerakan solidaritas untuk Prita Mulyasari terus menggelinding bagai bola salju. Munculnya Gerakan Koin Keadilan Untuk Prita adalah perwujudan sikap solidaritas masyarakat kepada Prita Mulyasari sekaligus sebagai bentuk perlawanan atas sistem hukum yang tidak berpihak pada rakyat kecil.

Dukungan untuk Prita Mulyasari melalui sumbangan koin dari masyarakat rupanya menjelma menjadi sebuah tekanan bagi manajemen Rumah Sakit Omni International sehingga berdampak pada menurunnya jumlah pasien berobat ke RS Omni. Lagipula, kasus Prita vs RS Omni International ini sejak awal memang sudah terlanjur mendapat perhatian serius masyarakat Indonesia. Sebagian besar bersimpati dan memberikan dukungan untuk Prita Mulyasari serta menyesalkan sikap RS OMNI Internasional yang terkesan arogan karena mengedepankan pendekatan kekuasaan dalam merespon keluhan pasiennya yaitu Prita Mulyasari..

Pencabutan gugatan sepertinya merupakan langkah yang harus dilakukan oleh para pengambil keputusan RS OMNI. Dan sebagai awal, gugatan perdata atas Prita Mulyasari telah dicabut hari ini Senin 14 Desember 2009. Pencabutan gugatan ini sekaligus menggugurkan ganti rugi Rp 204 juta yang diputuskan Pengadilan Tinggi (PT) Banten atas Prita.

Namun, soal kemungkinan pencabutan gugatan pidana kepada Prita Mulyasari. Menurut pihak Omni, dalam soal itu RS Omni tidak bisa melangkahi kewenangan pengadilan karena dibatasi oleh Undang Undang. Hanya saja, jika saat ini Prita menyetujui perdamaian yang diajukan pihak manajemen Rumah Sakit Omni Internasional dan tidak menuntut balik, hakim bisa menyatakan gugatan pidana juga dicabut karena kedua belah pihak sudah berdamai.

Sekarang tinggal menunggu keputusan dari pihak Prita Mulyasari sebagai respon atas dicabutnya gugatan perdata atas dirinya. Apa kira kira sikap yang akan diambil Prita ?

Selasa, November 24, 2009

Ada Pidato Tandingan SBY : Kritik Kreatif !

Reaksi masyarakat terhadap Pidato Resmi Pernyataan Sikap Presiden SBY berkenaan rekomendasi hasil kerja keras tim 8 makin keras dan beragam saja. Di tengah harapan rakyat untuk menyaksikan keadilan ditegakkan oleh pemimpinnya, pidato SBY seolah malah mementahkan harapan itu. Masalah urgen nan berat dijawab dengan pernyataan normative. Jelas banyak yang kecewa. Ada yang berkomentar pedas, sinis, marah, dan tidak sedikit yang bingung. Tapi ada juga kritik kreatif dengan membuat pidato tandingan. Yang membuatnya adalah Pakar Komunikasi Politik UI yang terkenal dengan Republik Mimpi nya yaitu Effendi Ghazali. Pidato tandingan versinya itu menurutnya 70 persen sama dengan pidato SBY kemarin malam, namun di pidato tandingan ini berisi langkah konkret yang seharusnya SBY lakukan.

Berikut cuplikan pidato tandingan SBY versi Effendi Ghazali, tentunya berbeda dengan isi pidato SBY sebenarnya dan langsung dia baca sendiri :

===================
"Sebagaimana saya sampaikan dalam pertemuan dengan para pimpinan redaksi media massa kemarin malam, saya merasa out of court settlement lebih pas dalam konteks kasus Chandra dan Bibit. Namun tentu saja cara-cara penyelesaian terhadap kasus hukum yang memiliki perhatian publik luas seperti ini mesti berada dalam koridor konstitusi dan perundang-undangan
yang berlaku seraya dan sungguh-sungguh memperhatikan dan mendengarkan aspirasi dan pendapat umum.

Karena itu, sekarang saya sampaikan kepada kepolisian dan kejaksaan bahwa sikap dan arahan saya selaku Presiden Republik Indonesia adalah: dalam satu kali dua puluh empat jam ke depan sudah bisa dinyatakan oleh kepolisian dan kejaksaan, sesuai koridor hukum dan perundang-undangan, bahwa saudara Chandra M Hamzah dan Bibit Samad Rianto bebas dari semua tuduhan yang dialamatkan ke mereka. Terutama karena tidak cukup bukti untuk melanjutkan
proses hukum tersebut. Dan sesuai dengan koridor hukum serta perundang-undangan pula, dalam satu kali dua puluh empat jam sesudah itu, saudara Chandra dan Bibit direhabilitasi namanya sehingga dapat bertugas kembali di KPK seperti sebelumnya."

“Setelah saya menerima hasil pemeriksaan investigasi BPK atas kasus Bank Century, maka sekarang saya nyatakan sikap dan arahan saya sebagai Presiden, yakni saya meminta kepada PPATK dalam waktu satu kali dua puluh empat jam untuk menyerahkan semua data transaksi keuangan terkait kasus Bank Century kepada kepolisian dan kejaksaan. Mekanisme inilah yang sesuai dengan koridor hukum dan perundang-undangan. Namun agar kasus ini betul-betul bisa dibedah secara fair dan cepat, maka saya meminta kepada kepolisian dan kejaksaan, agar dalam waktu satu kali dua puluh empat jam sesudah penerimaan data dari PPATK tersebut, mereka memberikannya kepada lembaga-lembaga tinggi negara dalam justice system yang relevan, serta juga kepada para pemimpin redaksi media massa."

"Saudara-saudara, sikap dan arahan ketiga saya yang sangat penting untuk saya sampaikan pada saat ini, adalah contoh langsung dari sikap tegas kita untuk melawan mafia hukum serta makelar kasus pada lembaga mana pun. Karena itu, sebagai Presiden RI, sesudah menyelesaikan pidato ini, saya akan langsung mengajukan laporan polisi terhadap Anggodo yang telah mencatut nama saya dan menyebar fitnah seakan-akan saya mengetahui atau bahkan mem back up atau mendukung skenario yang mereka rencanakan"
===================

Di akhir ‘pidatonya’, Effendi seakan menyindir SBY,"Ini 30 persen beda dengan pidato Pak SBY semalam, pidato seperti inilah yang lazim dalam komunikasi politik," ujarnya sambil tersenyum mengakhiri pidato tandingannya

Mungkin jika pidato yang disampaikan Presiden SBY seperti ini, keraguan kita terhadap determinasinya sebagai Presiden pemegang kewenangan tertinggi untuk mengatur negeri ini akan pupus. Dan hari hari berikutnya kita mungkin akan menyaksikan bagaimana satu persatu keadilan bisa ditegakkan tentunya tetap dengan kerja keras semua pihak.


Sumber : Detiknews.com

Senin, November 23, 2009

Sikap SBY terhadap Rekomendasi Tim 8

Pernyataan resmi presiden SBY terkait rekomendasi hasil kerja keras tim 8 telah disampaikan sesuai janjinya. Lewat pidato tanpa teks yang ditayangkan secara nasional dan disaksikan jutaan rakyat Indonesia, Presiden SBY mengutarakan sikap resmi pemerintah menanggapi kasus hukum Bank Century, Proses Hukum Chandra M Hamzah-Bibit Samad Rianto dan ketegangan diantara lembaga peradilan yaitu KPK, POLRI dan Kejaksaan. Kerja Keras Tim 8 selama 14 hari sebagai dasar pengambilan keputusan Presiden dalam kesimpulannya mencakup empat point penting :

1.Proses hukum Chandra-Bibit
Berdasarkan pengumpulan fakta dinilai bukti-bukti yang diajukan oleh penyidik masih lemah sehingga rekomendasinya adalah Polri agar menerbitkan Surat Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) dan Kejaksaan agar menerbitkan menerbitkan Surat Keputusan Penghentian Penuntutan (SKPP)

Sikap Presiden SBY : “Sebagai solusi dan opsi, agar kepolisian dan kejaksaan tidak membawa kasus hukum Chandra-Bibit ke pengadilan dengan tetap mempertimbangkan asas keadilan”

2.Profesionalisme Penyidik dan Penuntut.
Rekomendasinya adalah sanksi kepada pejabat-pejabat yang bertanggung jawab dalam proses hukum yang dipaksakan dan sekaligus melakukan reformasi institusional pada tubuh lembaga peradilan.

Sikap Presiden SBY : “Kapolri dan Jaksa Agung diinstruksikan untuk melakukan pembenahan di jajarannya”

3. Merajalelanya Markus (Makelar Kasus)
sebagai ‘shock therapy’ Presiden perlu memprioritaskan operasi pemberantasan makelar kasus (markus) di dalam semua lembaga penegak hukum termasuk di lembaga peradilan dan profesi advokat; dimulai dengan pemeriksaan secara tuntas dugaan praktik mafia hukum yang melibatkan Anggodo Widjojo dan Ari Muladi oleh aparat terkait.

Sikap Presiden SBY : “Menggelar program pemberantasan Mafia Hukum dan membentuk satuan tugas (satgas) untuk program tersebut

4. Kasus-kasus lainnya yang terkait seperti kasus korupsi Masaro, proses hukum terhadap Susno Duadji dan Lucas terkait dana Budi Sampoerna di Bank Century, serta kasus pengadaaan SKRT Departemen Kehutanan, hendaknya dituntaskan.

Sikap resmi presiden SBY : “Pemerintah akan mempelajari audit investigasi yang telah dilakukan oleh BPK, Dana 6,7 triliun disebut sebagai penyertaan modal yang harus diupayakan kembali pada Negara dan proses hukum terhadap pengelola BANK CENTURY agar diteruskan, Isu aliran dana Century ke partai demokrat disebut sebagai fitnah yang kejam.

5. Lemahnya strategi dan implementasi penegakan hukum serta koordinasi di antara lembaga–lembaga penegak hukum.
Presiden disarankan membentuk Komisi Negara yang akan membuat program menyeluruh dengan arah dan tahapan-tahapan yang jelas untuk pembenahan lembaga-lembaga hukum, termasuk organisasi profesi Advokat, serta sekaligus berkoordinasi dengan lembaga-lembaga hukum lainnya untuk menegakkan prinsip-prinsip negara hukum, due proccess of law, hak-hak asasi manusia dan keadilan.

Sikap resmi presiden SBY : “Reformasi hukum harus dilanjutkan, di awal pidato SBY menyebut sudah berdiskusi dengan seluruh pimpinan tertinggi lembaga peradilan seperti MA, MK, Kejaksaan, Kapolri dan KPK .

Jadi kesimpulannya kira kira gimana menurut sobat ?. Saya sendiri menilai pernyataan sikap resmi presiden SBY terhadap rekomendasi tim 8 masih mengambang dan tidak tegas. Atau mungkin perlu lebih cermat lagi buat menilainya ?
Kelihatannya perlu kerja keras lagi nih..semoga kita tak kehabisan energi!

Rabu, November 18, 2009

Badai Propaganda Kiamat 2012 Lewat Film

Hampir sepekan Film 2012 menjadi cerita panas di sela pertarungan pembuktian kebenaran antara KPK, POLRI dan Kejaksaan. Film hasil besutan sutradara Roland Emmerich yang memanfaatkan isu kiamat 2012 yang katanya berdasarkan Kalender Hitungan Panjang Suku Maya Inca di Peru, benar-benar menyedot perhatian masyarakat Indonesia. Sejak dirilis 12 November silam, warga terus menyerbu bioskop-bioskop di Jakarta dan maupun daerah. Kontroversi seputar Film 2012 yang mungkin saja memang diharapkan, mulai merebak dan membuat Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Malang, Jawa Timur bereaksi dan mengharamkan film 2012 karena dampak isi cerita film tersebut dinilai akan membuat masyarakat resah terkait tibanya hari kiamat pada 2012. Namun, sepertinya ada ‘sesuatu’ di balik isu tersebut yang diperkuat dengan visualisasi ‘kiamat’ di film 2012

Isu Kiamat 2012 ini sebenarnya sudah lama dihembuskan, dan Hollywood menyambutnya dengan antusias lewat film 2012 untuk menangguk keuntungan lewat histeria yang telah berhasil diciptakan. Sebagian masyarakat dunia sedikit banyak mempercayainya, karena didukung oleh kisah-kisah di internet, buku ataupun film yang memuat perkiraan bahwa hal itu memang bakal terjadi. Pola penghembusan isu yang berlangsung intens ini sepertinya sarat dengan propaganda yang bertujuan untuk mempengaruhi pendapat, kelakuan dan pemikiran masyarakat. Paling tidak Film 2012 yang bisa kita lihat kini bertengger di Box Office telah dengan sukses mengeksploitasi efek badai propaganda tersebut.

Sebagian orang yang mencium gelagat tersebut, memandang film yang dibintangi John Cussack ini sarat dengan muatan ideologi kapitalisme. Amerika tak ingin mengakui bahwa kapitalisme telah gagal atau bahkan mati, meski di tengah kehancuran ekonominya. China yang kini menjadi jawara ekonomi dunia diposisikan tak lebih dari kaum buruh pembuat bahtera raksasa yang di akhir cerita digambarkan akan berlabuh di atap dunia baru yang terletak di Benua Afrika. Tersirat ambisi mereka di Benua Afrika ini kekayaan alamnya akan dieksploitasi untuk mendukung kapitalisme agar tumbuh dan berkembang kembali. Film 2012 juga menyelipkan pesan beraroma arogansi yang dibungkus dengan simpatik, bahwa siapa yang ikut Amerika maka dia akan selamat.

Di pihak lain, sesepuh bangsa Maya modern di Guatemala dan Meksiko juga menyatakan prediksi kiamat itu ngawur. Dinilai, Hoax kiamat 2012 sengaja diciptakan untuk tujuan komersial bangsa barat dengan mengeksploitasi kebudayaan Maya. Demikian seperti dilansir Telegraph dan dikutip detikINET

Diluar itu semua, bukan mustahil para pengusung kapitalisme itu juga punya agenda lain yang semua terkait dengan Isu Kiamat 2012 sebagai tema besar mereka dan telah lama ditiupkan laksana badai propaganda nan halus yang lantas disempurnakan oleh rilisnya film 2012.

Minggu, November 15, 2009

Nonton Film 2012, Tentang Kiamat di 2012?

Film 2012 menjadi menu nonton bareng rombongan kantor pada jum’at kemarin, dua hari setelah pemutaran perdananya. Walaupun film 2012 ini terinspirasi oleh ide peristiwa hari kiamat global yang konon bersamaan dengan akhir putaran Kalender Hitungan Panjang Maya yaitu sekitar 12 Desember 2012, namun saya sama sekali tidak 'terinspirasi' oleh ide tersebut. Yang menarik saya untuk ikut nonton film 2012 semata mata karena memang saya masih hobi nonton dan sangat menikmati film dengan visual efek yang bombastis. Kabarnya, dalam film 2012 terdapat semua itu bahkan ada yang bilang film ini memiliki ketergantungan besar pada visual CG sehingga mampu memvisualisasikan bayangan akan bencana besar global yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Film 2012 hadir memanfaatkan isu kiamat tahun 2012 yang telah mengguncang dunia selama beberapa tahun belakangan. Dan harapan saya untuk menyaksikan visual efek yang spektakuler, benar benar dipenuhi oleh Film 2012. Sutradara spesialis film fiksi-sains Roland Emmerich menterjemahkan dengan antusias cerita panas kiamat 2012 ke dalam layar dengan ‘pesta’ visual efek yang heboh untuk menggambarkan kedahsyatan bayangan bencana global tersebut. Saya sebut ‘pesta’ visual efek karena dalam film berdurasi 158 menit itu, terlihat seperti nyata beragam pemandangan mencengangkan, diantaranya :

- Patung Kristus yang berdiri kokoh di Rio de Janeiro, Brasil, tumbang dan hancur berkeping-keping, lalu basilica Gereja Santo Petrus di Vatikan yang runtuh dan Patung Liberty yang tenggelam

- Tsunami yang menggulung kapal pesiar di tengah laut

- Kapal Induk USS John F Kennedy tak berdaya diseret tsunami dan menghantam gedung putih plus sang presidennya.

- Lagi lagi Terjangan tsunami yang menyapu India dan menghancurkan biara di puncak Himalaya.

- Letusan Gunung Api Super Yellowstone yang menghasilkan hujan bola api lava dan awan piroklastik yang berlanjut dengan terbelahnya bumi secara ekstrem.

Itu baru sebagian kecil, masih banyak lagi karya visual efek yang mencengangkan dalam film 2012 ini. Mata saya benar benar dimanjakan oleh adegan seru nan fantastis tersebut. Lho, lantas gimana dengan karakter karakter sentral dan alur ceritanya ?. Menurut saya karakter dan alurnya stereotip dengan film produksi Hollywood lainnya. Meminjam istilah mas Dahono Fitrianto dalam Kompas minggu 15 November 2009, Hollywood senantiasa tampil heroik dan menghibur dengan logika yang patah.

Bencana Global yang sangat ekstrem digambarkan dalam film 2012, mungkin hanya seujung kuku bila dibandingkan dengan gambaran kiamat yang sebenarnya. Kiamat yang sesungguhnya tidak menyisakan tempat berlindung buat siapapun, perlindungan secanggih dan sekokoh seperti dilukiskan dalam film 2012 tak akan lebih kuat dari sayap kupu kupu yang rapuh bila dihadapkan pada kiamat. Setiap orang akan merasakan kengerian yang luar biasa dahsyat, sehingga tak ada seorangpun yang sempat memikirkan orang lain, bahkan darah dagingnya sendiri. Tak ada satu orangpun yang punya daya untuk jadi pahlawan di hari dimana gunung gunung beterbangan seperti kapas ditiup angin.

Jadi kesimpulannya, selamat menikmati ‘pesta’ visual efek dalam Film 2012. Soal gagasan dan isu ‘kiamat’ yang membungkusnya ?. Tak usah terlalu dipikirkan, lebih baik kerja keras menyiapkan diri karena ada ‘kiamat kecil’ yang selalu mengintai dan pasti terjadi pada diri kita.

Rabu, November 11, 2009

Williardi Wizard Bersaksi, Menyingkap Konspirasi

Wiliardi Wizard , Komisaris Besar Polisi yang mantan Kapolres Jakarta Selatan menghentak publik dengan kesaksian yang disampaikannya dalam persidangan kasus pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran (PRB) Nasrudin Zulkarnaen di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (10/11). Kesaksian dari Wiliardi Wizard menguatkan dugaan adanya alur konspirasi dan rekayasa di balik kasus hukum yang menimpa sejumlah pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Wiliardi membongkar soal dirinya yang ditekan sejumlah petinggi Polri selama menjalani penyidikan.

Wiliardi sebelumnya sempat bersumpah saat mengatakan penahanan Antasari dikondisikan petinggi kepolisian. Wiliardi mengaku ditekan Irjen Pol Hadiatmoko dan Brigjen Pol Iriawan Dahlan dalam proses pemeriksaan. Wiliardi bahkan tidak takut telah menyebut nama petinggi Polri itu.

Kesaksian Wiliardi Wizard soal keterlibatan Antasari berubah-ubah. Pada BAP 29 april 2009, Wiliardi mengaku bertemu Antasari di rumah pengusaha media massa Sigit Haryo Wibisono. Pertemuan ini tak berhubungan dengan pengintaian dan penyelidikan terhadap Nasrudin, sesuai permintaan sigit.

Namun, pada pemeriksaan 30 April, Wiliardi mengubah keterangannya. Ia mengaku pertemuan di rumah Sigit untuk membahas upaya penghilangan nyawa orang yang fotonya ada di sebuah amplop. Foto itu diserahkan Sigit kepada Wiliardi.

Selanjutnya, pemeriksaan 13 mei 2009, Wiliardi mencabut semua keterangan di BAP tertanggal 30 April. Wiliardi mengubah keterangannya dengan menyebut pertemuan antara dirinya dan Antasari di rumah Sigit bertujuan mencari orang yang bisa mengintai Nasrudin. Hal ini atas permintaan Sigit, tanpa sepengetahuan Antasari.

Meski sudah dicabut, BAP 30 April tetap dibawa penyidik ke pengadilan. Kuasa Hukum Wiliardi sempat mengatakan, pengakuan Wiliardi pada 30 April dibuat atas kemauan bos Wiliardi. Itu agar penyidik bisa segera menangkap Antasari.

Saat ini dugaan mengenai adanya konspirasi untuk mengkriminalisasi KPK semakin menguat. Ada upaya pihak tertentu untuk mengkondisikan Antasari menjadi tersangka atau bahkan terdakwa kasus pembunuhan Nasrudin. Alurnya makin terlihat dengan adanya kesaksian dari Wiliardi Wizard.

Senin, November 09, 2009

Ganyang Mafia Hukum Jadi Program SBY

Perselisihan antara KPK dan POLRI yang kian memanas menjadikan makin terkuaknya praktik perdagangan hukum yang melibatkan para oknum lembaga peradilan yang berada di jalur proses hukum. Sistem peradilan jadi terkontaminasi, orang jujur tersandera sistem dan keadilan terasa sulit ditegakkan karena orang yang melanggar hukumpun bisa dengan leluasa mengatur hukum. Ini memang sudah lama menjadi issue tapi baru pada saat inilah terlihat secara terbuka diwakili sosok Anggodo Widjojo. Kondisi ini menjadi salah satu faktor penyebab dimana di Indonesia ini terlihat yang kuat makin digjaya sedangkan yang lemah harus selalu jadi pihak yang kalah.Tragedi ini kelihatannya membuat Presiden SBY geram, sehingga dicetuskanlah program pemberantasan mafia hukum sebagai program utama 100 hari kabinetnya. Temanya cukup menantang yaitu GANYANG MAFIA (GM).

Menurut Presiden SBY, mafia hukum adalah pihak-pihak yang melakukan kegiatan merugikan pihak lain, seperti makelar kasus, suap menyuap, pemerasan, jual beli perkara, mengancam saksi, mengancam pihak-pihak lain, serta pungutan yang tidak semestinya. Mafia ini merusak keadilan dan kepastian hukum dan menimbulkan kerugian dan mendatangkan keuntungan yang tidak legal.

Lanjutnya, Mafia hukum bisa ada dimana saja seperti lembaga kepolisian, kejaksaan, pengadilan, KPK, departemen-departemen, pajak, Bea Cukai, daerah dan lain-lain. SBY juga menyatakan prakteknya memang tidak semudah yang dibayangkan, perlu kerja keras dan tidak dengan sekali tindakan bisa langsung bersih. Tetapi apabila kita gebrak pasti mencapai hasil! Tandasnya.

Presiden juga meminta kepada masyarakat yang sedang atau pernah menjadi korban mafia hukum untuk melaporkan kepada Presiden dengan mengirim surat melalui PO BOX 9949 Jakarta 10000 dengan kode GM atau Ganyang Mafia. Tentunya dengan mencantumkan identitas yang jelas untuk menghindari fitnah namun identitas pelapor akan dirahasiakan. Presiden SBY mengajak seluruh komponen masyarakat untuk membuat system makin bersih dengan bekerja sama membongkar dan memberantas mafia hukum sehingga hukum dapat berdiri tegak

Tekad Presiden ini hendaknya bisa direalisasikan dengan segenap kesungguhan hati, karena memang dibutuhkan kekuasaan yang berhati nurani untuk memberangus praktik mafia yang sudah begitu kuat mengakar. Seluruh pejabat pengambil keputusan juga hendaknya ikut ambil bagian dengan tulus dan sungguh sungguh mengawal program ini. Agar kerja keras dan energi kita (rakyat) yang dicurahkan dalam bentuk partisipasi aktif tidak sia sia.

Sabtu, November 07, 2009

Antara KPK, POLRI dan Bekas Bandar Togel

Cerita panas antara KPK dengan POLRI kelihatannya makin menyedot perhatian publik. Terlebih ketika muncul nama Anggodo Widjojo, adik kandung Anggoro Widjojo yang merupakan tersangka KPK dalam kasus korupsi Sistem Radio Komunikasi Terpadu (SKRT) di Departemen Kehutanan. Seperti kakaknya, Anggodo ini juga seorang pengusaha kelas kakap bahkan mungkin hiu, yang disinyalir sudah lama memiliki akses langsung ke pejabat pejabat penentu keputusan. Adalah rekaman pembicaraan telepon hasil sadapan KPK yang membuat membuat nama Anggodo Wijoyo melambung sekaligus mengguncang institusi penegak hukum, terlebih para oknum pejabat tinggi yang disebut atau terlibat pembicaraan dalam rekaman tersebut.

Mafia peradilan yang selama ini bergerak seperti hantu, pada selasa 03 November 2009 lalu seolah tengah membuka tabir dan menampakkan wujudnya. Melalui rekaman pembicaraannya dengan beberapa orang, sosok Bekas Bandar Togel ini muncul tiba tiba ditengah ketegangan antara KPK dengan POLRI yang sebelumnya dipicu oleh penetapan Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah, kedua petinggi KPK sebagai tersangka oleh POLRI. Namun, dasar penetapan sebagai tersangka terhadap keduanya dinilai banyak kejanggalan dan hanya didukung bukti bukti yang lemah. Anggodo, pengusaha kayu yang konon dijuluki raja jati itu menjadi tokoh sentral, dalam skenario yang ditengarai sebagai skenario melemahkan KPK.

KPK dan POLRI temasuk juga Kejaksaan merupakan institusi yang disumpah untuk mengemban amanat menegakkan keadilan dengan seadil adilnya dengan dasar kebenaran dan kejujuran tanpa pandang bulu. Mereka seharusnya bekerja sama dan saling memperkuat. Tapi kenyataannya, tontonan yang kita lihat minggu ini menyiratkan bahwa penegakan hukum di Indonesia ternyata masih lemah dan bisa diperdagangkan. Parahnya, yang melacurkan hukum di negeri ini bukan saja dilakukan oleh oknum yang berada di jalur hukum itu sendiri, para pelanggar hukumpun bisa dengan begitu superior mengatur skenario hukum agar sesuai dengan kehendaknya.
Innalilahi wa Inna ilaihi Roji’un....

Rakyat sudah sedemikian dibuat susah, dipaksa terus menderita dan masih dibodohi pula. Ini harus dihentikan!. Kita menunggu para penegak hukum yang sejati hadir untuk mengawal keadilan di negeri ini sehingga rakyat bisa terlindungi. Mereka bisa hadir dari KPK, bisa juga muncul di POLRI, Kejaksaan atau tempat lain yang tak terduga. Yang pasti jika memang ada, mereka harus ekstra kerja keras mengerahkan seluruh energi yang dimiliki untuk merubah kondisi yang carut marut dan penuh intrik busuk ini.



Rabu, September 30, 2009

Maria Ozawa yang Tua Renta

Maria Ozawa adalah perempuan yang saat ini menjadi topik berita dan cerita yang panas gara gara kabar ia akan bermain di salah satu film Indonesia. Dia dikenal dengan sebutan Miyabi. Popularitasnya meroket terutama di kalangan para pecinta tontonan pembangkit syahwat. Kenapa ? Karena Maria Ozawa adalah perempuan muda yang dititipi fisik dan paras yang lengkap sempurna tapi dengan ringannya memandang barang titipan itu sebagai komoditas yang memiliki nilai jual tinggi untuk menggapai kesuksesan sekaligus segala bentuk kesenangan. Berbekal pemikiran itu tanpa ragu, dengan tekad bulat diapun memanfaatkannya dengan maksimal, habis habisan. Dari aksinya itu, terbentuklah pasar (penggemar) yang meresponnya. Di Indonesia yang menyambutnya dengan gegap gempita pun tak terkira, walaupun secara diam-diam atau bisik bisik karena masih terbentur norma dan agama Tapi kondisi itu tercipta saya pikir karena si Miyabi saat ini terlihat muda dan sempurna. Coba kita terawang Maria Ozawa alias Miyabi 40 tahun yang akan datang.

Kalau si Maria ini masih hidup, saya bisa perkirakan kondisinya pasti gak jauh beda dengan teman sebaya nenek kita. Dengan berlimpahnya harta bisa saja kesehatannya tetap prima karena ia bisa memilih perawatan tubuh yang paling modern dan mutakhir. Tapi tetap saja tak akan ada teknologi kecantikan dan perawatan yang bisa membuat orang tua jadi muda. Keriputnya pasti datang, kulitnya jelas tak lagi kencang dan mulusnya menghilang, siklus tubuh berubah, uban tumbuh subur di sana sini, beruntung jika giginya tak tumbang satu satu, tenaga makin lemah, mungkin saja rematik menyerang dan wajahnya pasti tak lagi seelok sekarang. Itupun kalau sang Miyabi ini tak keburu kena hajar AIDS karena tuntutan karir atau semangat hedonisnya yang berkobar. Saat itu, jika masih bernafas, mungkin Maria Ozawa akan berpikir ulang tentang paradigma berpikirnya.

Bagaimana dengan penggemarnya ?. Dijamin deh tak akan ada lagi yang sudi mengangankannya. Berfantasi dengan nenek tua renta, siapa yang tega?. Lagipula pasti mereka sudah sama tuanya sehingga bisa dipastikan tak tersisa lagi segala hasrat terhadapnya karena baik penggemar maupun yang digemari sudah sama sama renta dilalap usia.

Jadi bisa jadi Maria Ozawa saat ini tak lebih dari ilusi. Ilusi itu tidak nyata walaupun kelihatannya seperti nyata. Maria Ozawa 40 tahun ke depan itulah yang nyata. Entah dia masih hidup dalam wujud nenek tua renta atau malah sedang menghadapi interogasi maha berat di liang kuburnya.

Minggu, Juli 19, 2009

BOM MARRIOT – RITZ CARLTON, SATU TRAGEDI MULTI TAFSIR

Dua ledakan yang mengguncang Hotel JW Mariot dan Ritz Carlton pada dua hari lalu kian menjadi sumber berita dan cerita panas dalam setiap obrolan, diskusi antar kita maupun yang dilansir di berbagai media, baik media massa, elektronik termasuk juga media online seperti situs-situs berita, blog-blog, atau forum-forum online. Keprihatinan yang dalam, kengerian dan rasa miris demi melihat kerusakan dan korban yang ditimbulkan, serta kegeraman terhadap siapapun inisiator dari aksi kekerasan terhadap kemanusiaan ini, semua campur aduk jadi satu hingga mencetuskan berbagai opini dan reaksi yang mengkristal, yaitu mengecam dan mengutuk aksi peledakan bom tersebut.

Saya sendiri, mendengar berita terjadinya ledakan pada pada jum’at pagi itu sekitar pukul 09.00 wib. Belum banyak cerita yang dapat saya simak dari liputan berbagai media elektronik karena mungkin baru saja terjadi dan belum banyak fakta yang dapat dihimpun. Pada saat itu, awalnya sempat diberitakan dugaan ledakan itu berasal dari genset hotel. Saya berharap mudah-mudahan itu yang sebenarnya, bukannya ledakan bom yang pasti efeknya akan lebih merusak dan meresahkan, walaupun pada saat itu sudah terbetik kabar 4 orang meninggal. Langsung saja, berita awal itu saya tuangkan di artikel tentang ledakan di Ritz carlton dan JW Marriot yang spontan saya tulis pada sekitar pukul 09.00.

Ternyata, kenyataan selanjutnya berbicara lain. Dua ledakan keras itu bukan berasal dari genset, melainkan memang bersumber dari bom yang diduga sebagai bom bunuh diri. Jakarta yang sedang tenang kembali terguncang. Perhatian masyarakat yang tengah tertuju pada dinamika seputar hasil pilpres 2009 dan kunjungan kesebelasan Manchester United (MU) yang akan bertanding dengan kesebelasan Indonesia All Star, seketika buyar dan beralih. Perhatian dunia pun kembali tersedot ke tanah air. Multi tafsir bermunculan setelah kejadian. Apakah itu terkait pelaku pengeboman dan siapa yang mengotaki, motif dari aksi tersebut, yang kemudian meruncing pada isu teroris, tudingan pada kelompok tertentu, keterkaitan pada hasil akhir pilpres 2009 hingga berkembang pada adanya potensi ancaman langsung terhadap Kepala Negara.

Dalam beberapa hari, minggu, bulan bahkan mungkin tahun ke depan peristiwa ini akan terus mengundang berbagai cerita, opini dan tafsir. Tragedi ini telah menambah rentetan daftar kejadian pengeboman yang tercatat dalam sejarah kelabu Negara ini. Saya yang penuh keterbatasan dalam ilmu maupun pengetahuan, dimana yang saya dapatkan dan ketahui hanyalah dari kabar yang terbatas walaupun banyak sumbernya, cuma bisa berserah kepada Allah Yang Maha Mengetahui dan terus bermohon seraya berusaha agar tak lepas dari lindunganNya

Keprihatinan yang dalam dan belasungkawa patut kita sampaikan dari lubuk hati pada para korban dan keluarga. Tak ada seorangpun yang menginginkan tragedi seperti ini terjadi dalam kehidupan walaupun tak ada yang kuasa mengelak jika musibah telah menghampiri.

Namun, kesengsaraan yang disebabkan oleh sebab ulah sekelompok manusia terhadap manusia yang lainnya bukankah semestinya tidak perlu terjadi ?.

Jumat, Juli 17, 2009

Ledakan di Hotel RITZ CARLTON dan JW MARRIOTT

Hari ini, Jakarta kembali diguncang oleh ledakan. Ledakan keras disinyalir bersumber dari dua lokasi yaitu di Hotel RITZ CARLTON dan Hotel JW Marriott. Kedua hotel tersebut berada di Kawasan Mega Kuningan Jakarta. Peristiwa yang menggemparkan ini diperkirakan terjadi pada sekitar pukul 07.55 WIB. Kerusakan terparah diderita Hotel RITZ Carlton yang sesaat setelah terjadi ledakan mengeluarkan asap tebal yang membumbung tinggi. Dari keterangan beberapa saksi mata yang berada di sekitar lokasi kejadian, ledakan terjadi dua kali dan dentuman ledakan terasa menggelegar hingga radius ratusan meter dari lokasi kejadian.

Belum ada konfirmasi resmi dari pihak kepolisian. Police Line sudah dipasang di dua lokasi tersebut dan puluhan aparat polisi telah dikerahkan untuk mengamankan dan mengevakuasi lokasi kejadian. Unit Gegana telah berada di lokasi. Ambulance dikerahkan guna mengangkut korban-korban ledakan. Keterangan sementara dari petugas kepolisian ada sekitar 4 orang tewas dan puluhan orang terluka yang langsung dilarikan ke Rumah Sakit Jakarta. 3 diantara korban adalah orang asing. Seluruh korban adalah mereka yang sedang berada di Hotel Ritz Carlton. Dugaan sementara, ledakan bersumber dari mesin genset yang berada di RITZ CARLTON.

Sedianya, Hotel RITZ Carlton akan digunakan sebagai tempat menginap para kru dan pemain Manchester United (MU) yang direncanakan akan tiba hari jum’at ini juga. Mereka akan menempati 40 kamar di lantai 25 dan 26 hotel tersebut. Sejak selasa lalu sebenarnya manajemen Ritz Carlton telah melakukan langkah pengamanan bekerjasama dengan institusi keamanan terkait.
Belum diketahui konfirmasi terakhir dari official team Manchester United setelah mendengar berita ini.

Senin, Juli 06, 2009

Michael Jackson dan Dunia

Jasad Michael Jackson belum juga dimakamkan. Padahal sudah hampir dua minggu dia pergi menghadap Yang Maha Kuasa. Meninggalkan jutaan pecinta yang mengharu biru, histeris, terpana dan terkejut tak percaya. 25 Juni 2009 akan dicatat dalam sejarah sebagai titik akhir dari seorang anak manusia yang dengan gemilang telah mengukir berbagai pencapaian luar biasa dalam kehidupannya. Michael Jackson alias Jacko tak dapat disangkal adalah bintang. Deretan prestasi fenomenal, rekor, suara dan gerak unik, lirik yang menginspirasi, puluhan juta fans, cerita kontroversi, berita sensasi tentang dirinya merupakan jejak yang melegenda, bahkan sudah terjadi pada saat King Of Pop ini masih hidup.

Saya pernah dan masih sangat terkesan dengan gerakan dansa MoonWalk yang menjadi trade mark dari seorang Michael Jackson. Gerakan ini diperkenalkan pertama kali pada saat pentas Billie Jean di panggung khusus NBC pada tahun 1983.

O iya.. ada satu lagi penampilan panggung yang membuat saya berdecak. Koreografi unik dengan teknik rumit yang belakangan saya ketahui ternyata melibatkan kreativitas teknologi, yaitu gaya tari dengan ilusi anti-gravitasi, dimana Jacko mampu mencondongkan tubuhnya hingga sudut 45 derajat seolah melawan gravitasi. Gaya koreografi ini selalu ditampilkannya saat membawakan lagu Smooth Criminal. Ternyata rahasianya ada pada sepatu yang dia pakai dan sudah dipantenkan. Kantor The United States Patent and Trademark menyebutkan dalam laporannya bahwa mekanisme sepatu ini dibuat dengan pemikiran dan perhitungan matematis. Paten ini diterbitkan pada bulan Oktober 1983 diterbitkan untuk suatu produk Method and means for creating anti-gravity illusion atau Metode dan cara membuat ilusi anti-gravitasi.

Nama Michael Jackson ada di urutan pertama dari tiga orang yang terdaftar di paten itu. Di paten itu termasuk sketsa sebuah sepatu boot. Paten itu sendiri baru akan kadaluarsa pada tahun 2010. Bisa jadi nanti akan ada yang memproduksi sepatu penemuan Jacko ini

Segala kerja keras dan totalitasnya di dunia pertunjukkan yang digelutinya memang menuai hasil yang sangat luar biasa. Pengaruhnya mampu menembus batas-batas bangsa dan membuatnya dipuja berjuta pecintanya. Michael Jackson adalah seorang legenda musik yang telah melegenda bahkan pada saat dia masih hidup. Dia juga seorang icon style, koreografer handal, sekaligus penemu. Benar-benar pionir sejati di bidangnya.

Michael Jackson terlihat berhasil menggenggam dunia....
Tapi benarkah demikian..? Segala kontroversi yang mengiringi perjalanan karir dan hidupnya, masa kecilnya yang hilang dan tidak bahagia, segala kesepian dan ketakutan yang senantiasa mengepung dirinya, cerita dan berita negatif yang kerap memborbardirnya, kebebasannya yang terpenggal sebagai seorang super publik figur sepertinya perlu kita renungkan dan menjadi hikmah bagi kita. Betapa luar biasa mahal harga yang harus ditebus untuk itu semua.

Pada akhirnya, andaikata Michael Jackson diberi pilihan, bukan tidak mungkin dia akan memilih kehidupan yang normal. Tak usah jadi bintang dunia, tapi tetap bisa merasakan dekapan hangat keluarga, bisa memberi manfaat bagi orang lain serta tetap mampu merasakan kebahagiaan dengan mencintai dan dicintai oleh sesama.

Saat ini, ruhnya mungkin merintih pedih demi menyaksikan jasadnya yang masih menjadi komoditi.
Dan dunia...memang akan terus memancarkan cahaya kebintangannya dalam waktu yang lama sambil tetap diam-diam mencengkeram dirinya dengan segala berita dan cerita kontroversi yang mengiringi sepanjang dan setelah hidupnya..

Minggu, Juni 07, 2009

SATU LAGI DUKUNGAN UNTUK PRITA MULYASARI

Sudah sekitar seminggu ini cerita tragedi yang menerpa Prita Mulyasari menyeruak khalayak.
Ibu dari dua balita itu sudah dipenjara sejak Rabu 13 Mei lalu. Ia terpaksa terpisah dari si sulung yang baru berusia tiga tahun, dan si bungsu yang masih memerlukan ASI karena masih berusia setahun tiga bulan. Dia menjadi tersangka pencemaran nama baik. Hanya karena e-mail berisi keluhan tentang pelayanan rumah sakit yang dikirimkan ke beberapa temannya.
Rumah Sakit yang dengan arogansinya telah mendemonstrasikan pengabaian terhadap nilai kemanusiaan plus kebebasan berpendapat itu adalah Rumah Sakit Omni Internasional Serpong (Alam Sutera)

Keluhan yang disampaikan Prita Mulyasari sebenarnya wajar, karena sebenarnya bukan cuma sekedar ketidaknyamanan pelayanan yang Prita Mulyasari rasakan, tapi lebih dari itu, pelayanan medis yang diberikan, dilakukan tanpa disertai penjelasan yang memadai, pada akhirnya justru membuat kondisi fisiknya jadi lebih buruk .

Bayangkan, datang dengan kondisi sakit sambil membawa kepercayaan dan harapan, rela menjalani perawatan yang menyakitkan dan tidak pernah dijelaskan demi ikhtiar kesembuhan, yang didapatkan ternyata bertambah buruknya kondisi fisik. Dan ketika kemudian ia mengeluh, malah jeratan hukum yang ia terima. Tidak main-main, dua gugatan sekaligus yang dengan sangat “profesionalnya” dilemparkan oleh Rumah Sakit ini.

Prita Mulyasari didakwa bersalah melanggar Pasal 27 ayat (3) junto Pasal 45 ayat (1) UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar. Selain itu Prita juga dikenakan Pasal 310, 311 KUHP tentang pencemaran nama baik dengan ancaman hukuman 1 tahun 6 bulan.
UU yang awalnya didesain untuk menjerat pelaku kejahatan carding (pembobolan kartu kredit), pornografi dan cyber crime lainnya ini malah memenjarakan seorang ibu rumah tangga yang tengah komplain terhadap pelayanan umum

Sebuah korporat dengan segala kelebihan yang dimilikinya menantang dengan gagah berani seorang ibu yang hanya bisa curhat keluhannya kepada teman-temannya melalui email.

Mencermati peristiwa ini, jelas membuat syaraf simpati saya tergerak untuk ikut memberikan dukungan.
Dukungan untuk PRITA MULYASARI seorang ibu dari dua balita
Dukungan untuk nurani kemanusiaan.
Dukungan untuk kebebasan berpendapat yang bertanggung jawab
Dukungan untuk memberangus arogansi



Yang kuat seharusnya membantu yang lemah.
Yang sehat seharusnya menolong yang sakit
Yang berkuasa seharusnya melindungi yang tak berdaya

Rumah Sakit Omni Internasional Serpong (Alam Sutera) seharusnya lebih menampilkan profesionalisme medis dengan kelembutan kemanusiaan pada saat melayani.
Bukannya malah kelincahan bermain hukum dengan kegarangan kekuasaan pada saat menyikapi keluhan.

Selasa, Juni 02, 2009

Cerita Panas untuk 17 tahun keatas

Ini benar-benar cerita yang dijamin hot, sehingga saking panasnya, sepanjang mengetik saya sampai harus terus menelan ludah, dan tak kuasa menahan keringat yang tak henti mengucur.

Kisah nyata ini bermula dari tragedi yang selama beberapa bulan terakhir sering saya alami, walaupun tidak setiap hari. Keraguan selalu menyergap setiap malam, setiap waktu tidur malam menjelang. Dilematis…serba salah. Mau nyalain kipas angin salah, karena selalu jadi musabab kembungnya perut atau masuknya angin. Tapi kalo tidak dinyalain, gerah, sehingga alhasil basah kuyuplah sekujur tubuh bahkan sebelum subuh datang. Mau nyalain AC juga bingung, soalnya memang nggak punya.

Lho, cerita panas 17 tahun keatas kok bawa-bawa kipas angin dan AC yang nggak jelas keberadaannya?. Ya jelas dong, karena mereka inilah tokoh yang akan mengantarkan kita pada cerita yang sebenarnya.
Cerita tentang suhu udara yang belakangan ini makin panas saja…

Dulu, kalau tidak salah saya sempat mendapatkan informasi dari pelajaran di sekolah bahwa di Negara tropis tercinta ini ada 2 musim yang jelas periode waktunya. Yang saya maksud disini bukan musim duren atau musim layangan, melainkan musim Kemarau dan musim hujan. Periode waktunya, April – September jatahnya musim kemarau dan Oktober – Maret itu kaplingnya musim hujan. Sekitar itulah, tapi yang pasti siklus demikianlah yang normal dan berlangsung sejak dahulu kala sehingga para petani kerap menggunakannya sebagai panduan untuk musim tanam.

Tapi sekarang, saya merasa pergantian shift kedua musim itu mulai membingungkan. Hujan sering nyelonong pas giliran jaganya musim kemarau. Sebaliknya kemarau juga gak jarang tiba-tiba menyela cukup lama pas waktunya musim hujan sudah online. Dan memang tidak pandang hujan atau panas, suhu udara di bumi ini, termasuk di Indonesia memang perlahan tapi pasti terus meningkat, memanas.

Coba-coba cari tahu ternyata inilah faktanya :

1. Dari analisis data iklim Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, laju perubahan suhu udara kota-kota di Indonesia menunjukkan kenaikan maksimum lebih dari 1 derajat celsius dalam 10 tahun.

2. Suhu di tempat tinggal saya, Jakarta memang lebih panas dari biasanya. Bahkan ada salah seorang teman yang bilang saat ini suhunya bisa mencapai 35 derajat celcius.

3. Menurut Badan Metereologi Geofisika (BMG) Maritim Tanjung Perak, Surabaya, suhu tertinggi di Surabaya antara pukul 13.00-14.00 WIB bisa mencapai 40 derajat celcius atau hampir mendekati suhu udara di Mekkah, Arab Saudi, yang pada saat musim panas suhunya berkisar 42-45 derajat celcius.

4. Suhu di kawasan perkotaan dipastikan akan lebih cepat panas daripada daerah kawasan pinggiran atau kawasan dengan vegetasi (tumbuhan/pepohonan) rapat.

5. Menurut Panel Ahli Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim (IPCC), jika terjadi kenaikan suhu hingga 2 derajat Celsius…dari suhu tahun 1990. Maka pada tahun 2050 kondisi diperkirakan akan sangat sulit dikendalikan. Karena itu, satu-satunya jalan yang dapat dilakukan adalah harus memperlambat kenaikan suhu.

Masih banyak fakta lainnya, berhubung kuatir jadi bikin tambah gerah, cukup 4 point saja. Kira-kira apa penyebabnya ya ?. Mari sama-sama kita simak beberapa diantaranya:

1. Posisi matahari saat ini tepat berada di atas pulau Jawa, awan yang menghalangi radiasi matahari juga tidak ada. Sehingga sinar matahari menyinari bumi tanpa pelapis.

2. Adanya degradasi lingkungan berupa kondisi tanah yang gersang dan dan berkurangnya ruang hijau di sejumlah tempat karena minimnya tumbuhan membuat suhu semakin terasa panas.

3. Kenaikan suhu udara ternyata tidak hanya disebabkan oleh sinar matahari atau kenaikan konsentrasi gas rumah kaca. Ada faktor aktivitas industri, transportasi, dan populasi. Ketiganya adalah faktor yang terkait dengan aktivitas manusia (antroposentris).
Aktivitas industri sejak abad ke-16 selama ini diyakini sebagai pemicu awal emisi karbon—salah satu gas rumah kaca yang memerangkap panas bumi.

Kondisi ini jelas mengkhawatirkan, karena kita sedang hidup saat ini dan sedang merasakannya. Adegan panas sekarang jadi menu sehari-hari. Terlebih di wilayah dapur (sekitar kompor), terminal, pasar tradisional, atau lapangan terbuka pada tengah hari bolong. Wuih dijamin hot abiss.

Jadi, kalo sekarang saja kondisi sudah seperti ini, jika tetap tidak ada upaya berarti untuk menekan laju suhu udara yang makin melangit, seperti apa kira-kira ya kondisi bumi tempat tinggal kita ini 17 tahun keatas nanti ?. Bagaimana nantinya kehidupan generasi setelah kita?


Ps : Diolah dari berbagai sumber dan Mohon maaf ya kalo judulnya gak nyambung atau keliatan banget disambung-sambungin he he he

Jumat, Mei 08, 2009

Rani Juliani apa kabar ?

Blog Rani Juliani diinvasi 1811 komentar !. Facebook Rani Juliani juga tidak luput jadi sasaran perburuan. Ratusan Ribu pengunjung dengan aneka motivasi sudah tersedot ke blognya yang cuma berisi dua postingan.. Foto Rani Juliani pun bertebaran dan mendadak melangit nilai komersilnya.
Cerita skandal menjadi komoditi ?

Update terakhir laporan pandangan mata dari rani-juliani.blogspot.com pada hari ini pukul 10.00 arus pengunjung sudah mencapai 330.000 View dan komentar yang mengalir untuk postingan pertama tercatat 827 suara sedangkan untuk postingan kedua tercatat 984 suara. Fenomena ini diprediksi akan terus berlanjut hingga Rani kelak muncul sebagai saksi kunci dan berbicara pada publik

Keberadaan Mahasiswi STMIK Raharja yang pernah bekerja sebagai caddy di Padang Golf Modernland ini memang masih mengundang rasa penasaran banyak orang. Terutama para pemburu berita dan gossip (termasuk peneliti SEO he he). Nama Rani Yuliani mendadak menjadi nama yang paling sering disebut minggu-minggu terakhir ini. Melampaui popularitas berita wabah virus flu babi bahkan kisah tentang Manohara apalagi cerita tentang pontang pantingnya KPU dalam rangka menghitung suara dan persiapan Jelang Pilpres 2009.

Untungnya, Rani Yuliani tidak pernah berpikir untuk mendaftarkan namanya di HAKI sehingga sampai detik ini setiap orang bebas menulis namanya sepuas-puasnya tanpa khawatir dituntut atas pelanggaran hak cipta.
Soal nama inipun, belakangan ditemukan fakta baru bahwa nama anak ketiga dari empat bersaudara itu sebenarnya adalah Rhani Juliani. Nama Rhani Juliani tertulis KTP, di surat tanda lulus dari SMA swasta di Tangerang, dan dalam daftar riwayat hidupnya.

Ini memang bukan berita baru. Sobat bahkan mungkin sudah bosan membacanya. Belum ada lagi kabar terbaru dari Rhani, kecuali dari pihak kepolisian yang menyatakan bahwa saksi kunci kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen ini sedang berada di bawah perlindungan Negara. Semua sedang menunggu. Sebagian mungkin menunggu berita baru untuk diolah mesin media sebagai santapan publik yang lapar gosip, sebagian kalangan mungkin menunggu perkembangan untuk menentukan langkah lanjutan, dan sebagian pemimpi mungkin menunggu sambil berharap kebenaran sejati akan muncul. Hmmmmm

Apa kabar kebenaran sejati ?
Apa kabar Rhani Juliani (lagi) ?

Selasa, Mei 05, 2009

Sensasi Rani Juliani di Tengah Isu Konspirasi

Cerita nyata bukan sinetron, fokus berita yang diserbu penonton
Rani Juliani, perempuan muda yang belum genap berusia 23 tahun ini, tengah menjadi pusat perhatian dari berbagai media pemberitaan terkait kasus pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran (PRB) Nasrudin Zulkarnaen dan dugaan keterlibatan Antasari Azhar atas peristiwa pembunuhan tersebut.

Jadi ngetop ? sudah pasti. Blognya saja yang mirip dengan blog sobat saya Harry dan berisi hanya dua postingan sederhana diserbu banyak pembaca. Terakhir saya lihat ada sekitar 180.000 pengunjung yang menyambangi rani-juliani.blogspot.com .Tercatat total ada 767 komentar yang nangkring untuk kedua postingan yang sempat dia buat. Dan ini saya pastikan masih akan terus bertambah dalam hitungan menit. Bahkan bukan tidak mungkin akan terpikir oleh MURI untuk mencatatnya sebagai rekor dengan kategori postingan dengan komentar terbanyak.

Tapi jadi populer karena tersangkut kasus besar seperti ini, mungkinkah pernah terpikir atau diniatkan oleh perempuan yang minatnya di bidang komputer dan kuliah di STMIK Raharja ini ?. Ditetapkan sebagai saksi kunci dari peristiwa terbunuhnya seorang petinggi perusahaan BUMN dan dikaitkan dengan dugaan keterlibatan seorang petinggi pejabat pemerintah sekelas KPK jelas bukan cita-citanya seperti tertulis pada profilnya di blog.
Rani yang pernah bekerja sebagai caddy girl di sebuah lahan golf itu kini menjalani hari-harinya dalam perlindungan pihak yang berwajib. Di tempat yang dirahasiakan tentunya.

Nasrudin Zulkarnaen sudah mustahil membuat pernyataan, Antasari Azhar yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka melalui kuasa hukumnya menyatakan ada skenario besar di balik penahanannya, sedangkan Rani saat ini belum terdengar pernyataan apa-apa darinya dan bisa dibilang inilah yang paling ditunggu publik.

Di zaman dimana yang putih dan hitam makin kabur , sulit untuk menentukan siapa benar siapa salah. Bahkan bila suatu peristiwa terjadi, kitapun tidak pernah mengetahui dengan tepat apa yang sebenarnya terjadi, apalagi sampai mengetahui hal apa yang melatarbelakangi. Tidak sedikit orang yang benar tapi meringkuk di balik jeruji besi dan sebaliknya banyak orang yang bersalah tapi bebas merdeka menghirup udara kebebasan.

Tapi darimana juga kita bisa mengatakan si fulan benar dan si anu salah ?.

Ah entahlah.. untuk menilai diri sendiri sebagai orang baik baik saja, saya juga masih sering ragu-ragu….